Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia

July 8th, 2007 by d33w33

Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa banyak orang pintar Indonesia yang mendapat gelar doktor dari luar negeri, yang kemudian memilih tinggal dan bekerja di Malaysia, Singapura atau Brunei. “Parahnya, mereka ini yang benar-benar jago-jago. Doktor-doktor lulusan Yale, Cranfield, Stanford, MIT dan lain-lain,” ujar Satryo ketika ditemui seusai acara Seminar Nasional Hasil Penelitian Perguruan Tinggi di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (19/6) siang.
Menurut Satryo, mereka yang kabur ini semuanya adalah doktor bidang ilmu eksakta seperti teknik, fisika, computer dan sejenisnya. Data yang pada pihak Dikti, saat ini sekitar 20-an doktor Indonesia lulusan luar negeri telah “diculik” Malaysia. “Sisanya, sekitar 2-3 orang bekerja di Brunei dan sekitar lima orang bekerja di Singapura,” katanya.
Eksodus orang-orang jenius ini, menurut Satryo, disebabkan PTN tempat mereka bekerja sebelumnya tidak mampu memberikan renumerasi yang layak. “Guru besar (profesor) seperti saya hanya menerima Rp 2,5 juta per bulan. Sementara gaji mereka di Malaysia, kalau dikonversi ke rupiah, sekitar Rp 50 juta per bulan. Itu belum termasuk fasilitas perumahan dan pendidikan gratis untuk anak mereka,” katanya dengan senyum miris.
Selain alasan renumerasi, banyak dari mereka yang merasa membutuhkan situasi tempat kerja yang benar-benar membawa tantangan. Mereka, kata Satryo, ingin sekali agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar dapat didayagunakan secara optimal.
“Dan harus diakui, Malaysia dan Negara-negara lain mampu menghadirkan hal tersebut,” ujar Satryo. Salah satunya contohnya, adalah Malaysia saat ini telah mengembangkan Pusat Biotech Valley di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, semacam Silicon Valley di Amerika Serikat.
Pihaknya, menurut Satryo, sebenarnya sudah mencoba habis-habisan untuk membujuk mereka tetap tinggal. Tetapi karena kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan ikatan dinas mengajar selama sembilan tahun, maka ia tidak punya kekuasaan untk menahan.
“Bahkan saat ini saya sudah menerima 20-an permohonan ijin dari doktor-doktor lain untuk bekerja di Malaysia. Bahkan perusahaan disana, sudah bersedia mengganti biaya kompensasi beassiwa pendidikan dan ikatan dinas yang sudah dibayar pemerintah,” katanya lagi-lagi dengan nada miris.
Padahal biaya yang telah dikeluarkan pihak penyedia dana di luar negeri (tempat belajar sebelumnya) dan pemerintah tidaklah sedikit. “Untuk satu tahun pendidikan doktor di luar negeri, mereka bisa menghabiskan biaya sekitar US $ 30 ribu,” ujar Satryo.
Satryo menilai, hal ini harus mendapat perhatian yang serius karena kalau ini dibiarkan, Indonesia akan kehilangan banyak SDM berkualitas yang notebene tidak mudah untuk menghasilkannya. “Sementara Malaysia yang akan ongkang-ongkang kaki menikmati kerja keras kita,” ujarnya.
Pihak Dikti sebenarnya hendak mengusulkan agar pemerintah melakukan langkah khusus dengan meluncurkan crash program untuk memperbaiki renumerasi mereka. “Banyak dari mereka yang bicara sama saya, asalkan digaji Rp 7 juta sebulan, mereka mau bekerja di sini,” kata Satryo. Ia mengusulkan dana yang diterima Dirjen Dikti yang hanya Rp 4 milliar pertahun, menjadi Rp 14 milliar pertahun. (Amal Ihsan-TNR)

diambil dari : dudung.net

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA… INDONESIA!

July 8th, 2007 by d33w33

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA… INDONESIA!
Oleh : Aulia Agus Iswar

Pren, pada pernah denger cerita ttg Atlantis khan? Itu tuh, yang katanya negeri besar yang sangat megah dan jaya. Jadul (jaman dulu) Atlantis itu menjadi pusat peradaban dunia, tepatnya puluhan ribu tahun yang lalu. Walaah, kita masih di alam arwah, belum lahir ya, kepikiran aja belum kali. Kata Plato (427 - 347 SM) puluhan ribu tahun yang lalu itu gunung berapi meletus bareng-bareng, menimbulkan gempa, es mencair, dan banjir gede. Akibatnya nih, sebagian permukaan bumi tenggelam alias hilang. Nah, salah satu yang hilang itu adalah Negeri, lebih tepatnya, Benua Atlantis. Yap, mangkanye nih kita sering denger “Atlantis yang Hilang”.
Tapi tau ga, Pren? Sekarang Benua Atlantis itu dah ketemu, maksudnya dah diketemuin. Mana? Koq ga keliatan? Ya Allah, segede gini ga keliatan? Nih, simak hasil penelitian Aryso Santos (2005). Menurut dia Benua Atlantis itu ternyata adalah bumi yang sekarang kita injak-injak, ih..kasar banget sich, maksudnya bumi yang kita menginjakkan kaki di atasnya ini. Ah, yang bener nih? Gimana caranya coba? Jadi Mas Santos ini ngebandingin 33 hal (termasuk luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani) antara kondisi fisik Benua Atlantis sama kondisi fisik Indonesia sekarang. Ternyata sama tuh. Luas wilayah Atlantis jadul terbentang dari Selatan India, terus Sabang sampe Merauke (kayak lagu aja..). Ribuan pulau di Indonesia sekarang, jadul-nya menyatu. Mungkin karena penghuninya telah lupa padaNya, bergelimang dosa dan berhura-hura, azab Allah pun turun. Dan terjadilah bencana besar itu, gunung berapi meletus bareng-bareng. Dahsyat, Maan! Sebagian daratan tenggelam dan jadi lautan. Sebagiannya lagi bakal jadi pulau-pulau kayak sekarang.
Nah, Pren. Coba renungin nih! Indonesia katanya sarang koruptor, sarang teroris, tukang bikin dosa (di mana mangkalnya ya?), terbelakang, utangnya bejibun, makannya banyak, males, ngantukan, telatan, tukang nyontek; waduh! Bener ga sich? Emang bener sich, tapi moga-moga yang ngebaca nih tulisan ga kayak gitu yak. Itu kondisi sekarang. Tapi jadul Indonesia, yang kata Mas Santos tadi adalah Atlantis, pernah menjadi pusat peradaban dunia, Cing! Berarti nih Indonesia jadul dihuni oleh orang-orang yang hebat dan maju. So, para sesepuh kita keren-keren donk?
Jadi sekarang gimana, Pren? Bangga donk kita kalo gitu. Tapi apa cukup bangga doank? Nggak khan? So, kita kudu berubah (saatnya berubah!). Kita kudu semangat, disiplin, kerja keras, belajar yang banyak, ta’at beribadah, jauhi perbuatan dosa. Intinya kita harus menjadi mu’min yang sejati gituu.. Spiritnya donk spiriiittt! Biar kejayaan Atlantis terulang kembali di Indonesia ini. Dan yang lebih penting lagi, karena jumlah muslim terbesar dunia ada di sini, peradaban muslim Indonesia bakalan maju dan jaya.
OK, Pren. Jadul aja bisa, kenapa sekarang enggak!? Tul khan? (a2i)

TAHUKAH KAMU?
Jalannya (Pergeseran) Benua
Allah Berfirman : “Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan…” (Q.S. an Naml : 88).
Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser. Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah…

diambil dari : dudung.net

PERKAWINAN ADALAH……..

June 19th, 2007 by d33w33


Jika anda kawin, anda akan menyesal. Tetapi jika anda tidak kawin, anda akan lebih menyesal lagi (Socrates).

Perkawinan adalah suatu undian lotere, dimana lelaki mempertaruhkan kemerdekaannya, dan wanita mempertaruhkan keberuntungannya (MME De Rieux).

Tentang “Perkawinan, Pria & Wanita”
Orang yang membujang adalah orang yang belum menemukan penghibur duka dan dia baru memperolehnya dengan perkawinan .

Suami adalah orang yang mencari kebahagiaan hidup dengan menghilangkan sebagian kemerdekaannya.

Jangan menyalahkan perasaan istri anda karena perasaannya yang terbaik ialah ketika ia menerima anda sebagai suami

Perawan tua ialah wanita yang kehilangan kesempatan menyusahkan seorang pria.

Yang diinginkan seorang gadis dari dunia ini hanyalah seorang suami, dan apabila ia sudah
memperolehnya, ia menginginkan segala-galanya.

Wanita bisa memaafkan suatu pengkhianatan suaminya, tetapi dia tidak bisa melupakannya.

Kecantikan wanita tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan perilakunya.

Barangsiapa mengawini wanita karena hartanya, maka dia telah menjual kemerdekaannya.

Wanita adalah bintang dan pelita bagi pria.
Tanpa pelita, pria bermalam dalam kegelapan.

Wanita lebih cepat daripada pria dalam menangis dan dalam mengingat peristiwa yang
menyebabkan dia menangis.

Wanita tertawa bila ia mampu dan menangis apabila ia menginginkan sesuatu.
Sirnalah kebahagiaan seorang wanita jika ia tidak mampu menjadikan suaminya kawan yang termulia.

Wanita sangat berlebihan dalam mencintai dan membenci, dan tidak mengenal pertengahannya.

Wanita hidup untuk berbahagia dengan cinta, sementara pria mencintai untuk hidup berbahagia.

Kejeniusan wanita terletak di dalam hatinya.

Sesungguhnya tidak ada wanita yang sangat cantik, yang ada ialah kaum pria yang sangat lemah bila berhadapan dengan kecantikan.

Wanita tidak diciptakan untuk dikagumi semua��pria tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami.

Setiap wanita mempunyai dua mata. Adapun wanita yang cemburu berlebihan mempunyai tiga mata.� Satu di sebelah kanan, satu di sebelah kiri dan yang ketiga diarahkan kepada suami.

Wanita pada umumnya takut akan tiga hal : tikus, munculnya uban dan wanita-wanita cantik yang menjadi saingannya.

Istri yang bersikap jujur dan setia kepada suami meringankan setengah beban kehidupan suaminya.

Seorang wanita menghadapi kesulitan apabila ia berada diantara pria yang dicintainya dan yang mencintainya

diambil dari : dudung.net